Kutu Busuk




3.5  Gigitan Kutu Busuk
      Bila diamati benjolan merah dan sering disertai dengan rasa gatal yang sangat intens. Tanda merah adalah akibat dari reaksi alergi terhadap anestesi yang terkandung dalam air liur kutu busuk, yang dimasukkan ke dalam darah tubuh korban. Reaksi terhadap gigitan kutu busuk mungkin muncul dibedakan dari gigitan nyamuk walaupun mereka cenderung berlangsung lama.                

3.8 Dampak Bagi Kesehatan Masyarakat
q  Sebagian orang, terutama yang tak terlindung untuk waktu yang lama, tidak menunjukkan sedikit reaksi pada gigitan, yang mana biasanya nampak seperti noda merah kecil yang tidak menyebabkan gatal.
q   Orang yang tidak pernah di gigit sebelumnya mengalami radang lokal, timbul rasa gatal hebat dan tidak enak tidur malam. Hasil gigitan menimbulkan bengkak yang keputih-putihan yang sering menlanjut pada pendarahan. Garukan dapat menyebabkan infeksi sekunder.
q   Di dalam rumah yang dipenuhi kutu busuk, yang mana seseorang menerima seratus atau lebih gigitan setiap malam, hal ini  mungkin menyebabkan kekurangan darah sehingga menimbulkan anemia pada anak-anak.

3.9 Cara Pengendalian
      3.9.1 Fisika atau Mekanik termasuk kebersihan.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan, .misalnya dengan memelihara kebersihan tempat tinggal.
3.9.2 Kimia
Dengan menggunakan repellent, obat nyamuk bakar, insectisida, jaring nyamuk yang digunakan bersama dangan insektisida pyrethroid sangat efektif dalam menangkis, dan membunuh kutu busuk. Generator asap: biasanya mengandung pyrethroid insektisida.
     3.9.3 Pengawasan secara Biologi
Pengawasan ini dimungkinkan , karena ditemukannya musuh-musuh alam kutu busuk, misalnya kecoak ataupun binatang yang dikenal dengan nama Reduvius personatus.
     3.9.4  Secara cultural
Yaitu dengan cara penjemuran, misalnya menjemur kursi, kasur dan lain-lain.

3.10. Cara Pemberantasan
q   Karena cara hidup kutu busuk yang sulit di deteksi, pembasmian (bukan manajemen), tidak dapat dilakukan hanya dengan satu kali perlakuan (requires multiple visits), terutama pada keadaan yang parah.
q   Deteksi dimana kutu busuk berada harus dilakukan secara mendetail (bongkar semua) dan memerlukan waktu beberapa jam untuk melakukannya[perlu kerja sama yang baik].
q  Kutu busuk sangat rentan terhadap kelembaban yang tinggi dan suhu 44-45C. Oleh karena itu banyak orang memberantas kutu busuk ini dengan menyiram air panas tempat persembunyian kutu busuk atau menjemur kasur, tempat tidur atau perabotan rumah lain yang terinfestasi kutu busuk di bawah terik matahari selama beberapa jam (sekitar 4 jam).
3.11. Cara mendeteksi keberadaan kutu busuk
        Yaitu dengan cara:
1.        Ditemukannya sisa kulit kepompong, sisa tubuh dan telur
2.        Kotoran tubuh dapat juga kelihatan seperti warna coklat gelap   kecil atau tanda hitam pada seprei, kertas dinding dan pada dinding.
3.        Baunya yang menyengat.























BAN 3 PEMBAHASAN
Analisis Masalah
Ulasan
Berdasarkan artikel mengenai kutu busuk yang disinyalir ada di 2 hotel besar di bali pada tahun 2008 diatas maka dapat diketahui :
·         Beberapa faktor yang paling mempengaruhi terjadinya hal tersebut
·         Dampak-dampak negatif yang di timbulkan oleh kutu busuk khususnya di Bali
A.    Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut :
·         . Faktor-faktor tersebut meliputi :
1.      Mobilitas wisatawan di bali terutama wisatawan dari Australia yang dimana pada saat tersebut di Australia telah terserang kutu busuk.

Banyaknya mobilitas wisatawan yang berkunjung ke Bali yang dimana banyak di dominasi oleh wisatawan- wisatawan asal Australia, juga turut mempengaruhi merebaknya kasus kutu busuk di Bali pada tahun 2008. Indikasi tersebut sudah terlihat dengan di sinyalirnya 2 Hotel besar di Bali yang terserang oleh Kutu Busuk. Mengapa wisatawan asal Australia juga turut mempengaruhi, Hal tersebut dikarenakan bahwa pada saat tersebut di Australia sedang mengalami suatu wabah kutu busuk dan pada saat itu Australia telah terserang oleh kutu busuk, sehingga secara otomatis hal tersebut akan mempengaruhi timbulnya permasalahan kutu bususk di Indonesia terutam,a dari faktor mobilitas secara keseluruhan karena tidak menutup kemungkinan nantinya telur kutu busuk dapat menyebar melalui perantara barang-barang yang di bawa oleh wisatawan dari negara asalnya dalam hal ini yaitu australia.




2.      Proses pengendalian dini terhadap kutu busuk di tempat-tempat penting di Bali, dalam hal ini yaitu pada hotel di Bali.

Proses pengendalian yang telah dilakukan yaitu dengan menggunakan pengendalian secara kimia dan juga pengendalian dengan menggunakan stem. Didasarkan dari kelangsungan kutu busuk untuk kedepannya apabila pengendalian terhadap kutu yang terjadi di 2 hotel di Bali tersebut dilakukan secara kimia dan juga stem maka akan sangat membahayakan.

Kesalahan yang sering terjadi adalah orang berasumsi bahwa hanya tempat tidur yang ada kutu busuknya, padahal kutu busuk dapat ditemukan di semua bagian ruangan (bahkan dapat ditemukan di lubang listrik, dan gantungan baju). Bila insektisida digunakan, pemakaian insektisida perlu diulang (karena biasanya hanya membunuh nimfa dan dewasa) sampai semua telur  kutu busuk yang ada menetas dan akhirnya terkena insektisida dan mati serta pengendalian yang baik  hanya dapat dilakukan oleh pihak yang benar-benar ahli (profesional) dalam bidang ini. 

Pemakaian insektisida dalam hal ini tidak efektif karena disebabkan oleh tingkat keresistenan kutu busuk terhadap zat-zat kimia yang akan timbul, meskipun pemberian bahan-bahan tersebut telah dilakukan secara Direct Spray, atau dengan residual bahkan akibat yang lebih buruknya lagi yaitu akan membahayakan kesehatan manusia yang menghuni hotel tersebut karena nantinya secara tidak langsung akan terkontaminasi dari efek insektisida pada pengendalian kutu busuk yang menggunakan bahan kimia,. Meskipun pengendalian kutu busuk dengan menggunakan bahan kimia tersebut sudah dilakukan dengan kadar yang telah disesuaikan sebelumnya, tetapi tetap apabila kita melakukan pengendalian dengan menggunakan bahan kimia maka akan banyak ditemukan dampak negatif terhadap manusia.
Menurut pakar pertanian Unud Prof. Dr,Wayan Suprapta, M.S secara umum jenis kutu busuk yang menyerang 2 hotel besar di Bali tersebut masih belum diketahui pasti, namun telah disinyalir bahwa jenis kutu busuk yang menyerang 2 hotel tersebut yaitu kutu busuk jenis cimex lactolarius yang menyerang daerah subtropis, serta jenis cimex Hemipterus yang menyerang daerah tropis.
a)      Cimex Lactolarius : Yaitu kutu busuk yang terdapat di wilayah utama pada dunia dan hampir di temukan di seluruh plosok dunia.
b)      Cimex Hemipterus : Yaitu kutu busuk tropik, yang terdapat terutama di negara-negara yang beriklim tropik.
Dampak-dampak yang ditimbulkan

Berdasarkan analisis di atas maka dampak yang ditimbulkan dari munculnya kutu busuk di 2 hotel besar di Bali tersebut yaitu :
1.      Apabila didasarkan pada aspek mobilitasnya maka dampak negatife munculnya kutu busuk di 2 hotel di Bali tersebut yaitu secara tidak langsung akan menyebabkan tingkat penyebaran kutu busuk di seluruh Bali, bahkan akan menimbulkan kembali wabah kutu busuk apabila tidak diatasi seperti pada tahun 60an-70an di Indonesia pada waktu silam,  hal tersebut dikarenakan tingkat penyebaran kutu busuk yang sangat cepat karena perpindahannya terjadi dari barang bawaan wisatawan atau yang lainnya,seperti koper, pakaian, tas, ransel, kardus, dan lainnya ke seluruh dunia.
2.      Dampak negatife lainnya yaitu berasal dari pengendalian yang dilakukan oleh pihak 2 Hotel di Bali tersebut yaitu dengan dilakukannya pengendalian secara kimia san stem, terutama pengendalian yang dilakukan secra kimia karena akan dapat menyebabkan resistennya kutu busuk, sehingga kutu busuk sulit untuk di kendalikan untuk lebih lanjutnya, bahkan dengan pengendalian menggunakan bahan kimia tersebut maka akan menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia yang kontak.
Rekomendasi atau Solusi

Solusi yang bisa di ungkapkan untuk mengatasi dampak atau masalah-masalah negatife dari hal mobilitas karena akibat penyebaran kutu busuk lewat perantara manusia atau barang yang dibawa manusia, dan juga dari segi pengendalian yang efektif dan efisien terhadap kutu busuk yang terjadi di Bali selain menggunakan bahan-bahan kimia.

1.      Solusi penyebaran kutu busuk akibat dari mobilitas penduduk yang terjadi yaitu :

Dalam mengatasi penyebaran kutu busuk akibat dari pengaruh mobilitas penduduk yaitu dengan cara malakukan pengawasan terhadap barang yang dibawa oleh wisatawan dari daerah asal saat masuk ke hotel atau tempat-tempat sejenisnya. Hal tersebut dapat terjadi tentunya harus dengan adanya kerja sama antara client(wisatawan) dengan pihak penginapan atau instansi yang terkait lainnya. Deteksi di mana kutu busuk berada harus dilakukan secara mendetail (bongkar semua) dan memerlukan waktu beberapa jam untuk serta hal tersebut tidak bisa hanya bergantung kepada satu pihak saja. Berikutnya yaitu dengan cara House keeping staff dapat dilakukan dengan:
a)      Perlu memahami cara kutu busuk masuk ke hotel, Ciri-ciri ada kutu busuk di kamar hotel. Ciri-ciri : Ditemukannya sisa kulit kepompong, sisa tubuh dan telur, kotoran tubuh dapat juga kelihatan seperti coklat gelap kecil atau tanda hitam pada seprei, kertas dinding dan pada dinding, serta baunya yang menyengat
b)      Pencegahan kutu busuk berpindah ke kamar lain.



2.      Solusi pengendalian yang efektif dan efisien terhadap kutu busuk selain menggunakan bahan-bahan kimia
Solusi dari pengendalian yang efektif dan efisien tanpa menggunakan bahan kimia yaitu dapat dilakukan dengan beberapa cara meliputi :
a)      Alternatif lain selain menggunakan bahan kimia yaitu dengan menggunakan panas, dengan suhu yang berkisar 135 derajat farenheit dikenal akan mematikan untuk kutu busuk dan juga sekaligus telur mereka. Meninjau hal tersebut para ahli telah setuju bahwa untuk pemakaian panas adalah solusi yang palaing efektif untuk memberantas kutu susuk.
b)      Dengan menjaga kebersihan lingkungan, misalnya dengan memelihara kebersihan tempat tinggal,penginapan dll.
c)      Pengawasan ini dimungkinkan , karena ditemukannya musuh-musuh alam kutu busuk, misalnya kecoak ataupun binatang yang dikenal dengan nama Reduvius personatus.
d)     Yaitu dengan cara penjemuran, misalnya menjemur kursi, kasur dan lain-lain.












BAB 3 PENUTUP
Kesimpulan

Kutu busuk adalah salah satu dari insekta yang termasuk dalam Famili Cimicidae, ordo hemiptera yaitu salah satu jenis serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, serta tidak mempunyai sayap. Pemngendalian kutu busuk yang paling efektif yaitu mengendalikannya dengan cara pemanasan terhadap suhu 135 derajad farenhait, lalu Dengan menjaga kebersihan lingkungan, misalnya dengan memelihara kebersihan tempat tinggal, penginapan, Pengawasan ini dimungkinkan , karena ditemukannya musuh-musuh alam kutu busuk, misalnya kecoak ataupun binatang yang dikenal dengan nama Reduvius personatus. Yaitu dengan cara penjemuran, misalnya menjemur kursi, kasur dan lain-lain. Jadi teknik pengendalian kutu busuk yang dilakukan terhadap 2 Hotel besar di Bali dengan menggunakan pengendalian secara kimia yaitu tidak tepat karena dapat menyebabkan timbulnya resistensi kutu busuk, serta dapat membahayakan terhadap kesehatan manusia.
Saran

Munsulnya serta menyebarnya kutu busuk erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan sanitasi yang buruk. Sehingga upaya-upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan, ventilasi yang cukup, adalah pencegahan yang murah agar terhindari dari serangan kutu busuk.







DAFTAR PUSTAKA
http://www.fx6.net/family/147521-warning-dont-let-bed-bugs-bite.html?language=id
Sembel, Dantje T.2009.Entomologi Kedokteran.Yogyakarta:  Andi
Intan Ahmad, Ph.D. (Entomologist)


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Ilmu dunia © 2011 | Designed by Chica Blogger, in collaboration with Uncharted 3, MW3 Forum and Angry Birds Online